Jumat, 07 Mei 2010

Cowboy In Paradise / Film Gigolo Pantai Kuta

Baru- baru ini Bali di kejutkan dengan film dokumenter yang menayangkan para pria yang di sebut "gigolo" yang banyak beredar di pantai Kuta.

Menurut penuturan sutradara Cowboy In Paradise / Film Gigolo Pantai Kuta ,Amit Virmani, ia punya alasan sendiri membuat dokumentasi kehidupan para gigolo itu. Situs film tersebut, cowboysinparadise.com menjelaskan alasan Virmani membuat film ini.

Film itu dibuat ketika Virmani bertemu anak berusia 12 tahun di pantai Kuta dan merengek agar diajari bahasa Jepang. “Kalau nanti saya besar, saya berharap menjadi gigolo bagi perempuan Jepang," kata Amit dalam situs tersebut.

Kata-kata sang anak membuat Virman terkesima. “Kenapa seorang anak lelaki berambisi terlibat perbuatan nista itu dan bangga dengan cita-citanya menjadi gigolo?” ucap Virmani. Atas dasar itulah akhirnya Virmani memutuskan mendokumentasikan film ini.

Virmani menjelaskan, pelancong wanita yang menginginkan kepuasan seks dengan para pemuda di Bali sudah ada sejak lama. "Hal ini sudah sejak dulu saya ketahui. Memang akan menjadi masalah, tapi ini kenyataan," ujarnya.

Virmani sendiri mencoba memilah antara cowboy dengan gigolo. "Tak sedikit yang sinis karena saya memilah-milah cowboy dan gigolo. Namun kalau kita jujur, memang ada perbedaan. Cowboy banyak di Bali, tapi tidak semua mereka pekerja seks," katanya.

Film Cowboys in Paradise yang bercerita seputar gigolo alias lelaki 'penghibur' wanita yang beroperasi di Pantai Kuta, Bali, masih terus menimbulkan kontroversi.

Film ini menceritakan ulah para gigolo di Pantai Kuta yang berkencan dengan para turis yang datang ke lokasi wisata itu. Dalam adegan film, nampak sejumlah pria yang disebut gigolo asyik berjoget, bahkan bermesraan dengan wanita yang menemani mereka.

Cuplikan video Cowboys in Paradise sudah beredar luas di YouTube dan banyak diakses para pengguna internet. Mereka penasaran dengan kehebohan yang terjadi sejak film tersebut beredar. Dalam Cowboys in Paradise muncul komentar mengejutkan dari seorang istri gigolo yang mengaku rela suaminya tidur bersama wanita asing yang sudah menjadi langganannya.

Nah bagaimana menurut anda sebagai seorang yang menonton Cowboys in Paradise. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa di Indonesia, di Bali khususnya sebagai daerah pariwisata Turis asing dari pelbagai dunia berdatangan menikmati keindahan pulau ini. Namun walaupun ada isu tentang gigolo di Bali mudah-mudahan film ini tidak membuat nama orang Bali tercemar, karena nila setitik rusak susu sebelangga. Semoga ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar